Selasa, 22 Juni 2010

MEKANISASI PERTANIAN

MEKANISASI PERTANIAN
Factor yang mempengaruhi mutu gabah :
- Tanaman
- Cuaca
- Waktu
- Pemanenan
- Penanganan pengeringan

Factor yang mempengaruhi rendemen giling :
- Kadar air gabah
- Jumlah kotoran atau benda asing
- Jumlah gabah retak atau patah
- Jumlah gabah muda
- Jumlah gabah rusak
- Jumlah gabah variietas lain

Rendemen adalah persentase hasil bagi antara berat beras giling yang dihasilkan dengan berat gabah yang digiling.

Rendemen giling adalah keuntungan atau kelebihan dalam pendapatan, sebagai akibat dari pada usaha kerja.

Beras adalah beras giling yang diperoleh dari gabah dimana seluruh atau sebagian kulit arinya telah dipisahkan dalam proses penyosohan secara mekanis atau non mekanis.

Derajat sosoh adalah persentase tingkat terlepasnya lembaga dan lapisan kullt ari yang melapisi biji beras.

Istilah batasan beras :
a. Beras kepala adalah butir utuh (whole kernel) dan butir patah yang ukurannya sama atau lebih dari 6/10 bagian butir beras utuh.
b. Beras patah adalah butir patah yang ukurannya lebih kecil 6/10 tetapi lebih besar 2/10 dari bagian butir beras utuh.
c. Beras menir adalah butir beras yang ukurannya lebih kecil 2/10 atau butir beras yang lolos dari ayakan atau saringan yang berdiameter 1,753 mm – 2 mm.

Butir kapur adalah butir beras kepala atau beras kepala yang warnanya putih mengapur dan lunak seperti kapur.

Burir kuning adalah butir beras utuh atau beras patah yang berwarna kuning akibat proses perubahan warna yang terjadi setelah perawatan dan penimbunan.

Butir rusak adalah butir beras kepala atau beras patah yang menjadi rusak oleh factor mekanis dan lain-lain.

Butir merah
adalah butir beras kepala atau beras patah yang berwarna merah karena sifat varietas padi aslinya.

Butir gabah adalah butir gabah yang belum atau sebagian terkelupas dalam proses penggilingan, termasuk butir beras patah yang masih bersekam.

Benda asing
adalah segala benda-benda asing yang tidak tergolong dalam butir beras, misalnya debu, butir-butir tanah, butir-butir pasir atau batu, potongan-potongan logam atau kayu, biji-bijian tangkai padi, dan lain-lainnya.



Perbandingan antara mesin pemutih abrasive dan friction
No Uraian Abrassive Friction
1 Dasar kerja pemutihan Asah gesek
2 Putaran poros utama Tinggi Rendah
3 Bahan rol pemutih Batu besi
4 Fungsi utama Pra-pemutih Pemutih
5 Kenaikan butir patah 0,8-1,8 % 3,7-8,3 %
6 Tingkat keputihan beras Tinggi Renedah
7 Tingkat kekilapan beras Rendah Tinggi
8 Pengelupasan lapisan kulir ari Mudah Sukar

Salah satu cara untuk mengetahui berat kotoran antara lain :
1. Sejumlah gabah kotor dimasukkan kedalam mesin pembersih kotoran (paddy cleaner) lalu hasil akhirnya ditimbang. Setelah mengetahui berat akhir gabah, berat tersebut dibagi dengan berat awal dikalikan 100 % untuk mengetahui kadar kebersihannya.
2. Mengambil sejumlah contoh gabah secara acak dari gabah yang akan digiling lalu memasukkannya kedalam cairan alcohol berkadar minimal 90%. Didalam cairan alcohol, gabah bernas akan tenggelam dan gabah non bernas mengapung. Yang mengapung semua diambil kemudian dijemur hingga benar-benar kering, setelah kering gabah non bernas ditinmbang dan hasinya dibagi dengan berat awal dikalikan 100% untuk mengetahui persentase jumlah kotorannya.

Fungsi mesin pemutih gabah : untuk memisahkan kotoran/benda asing yang bercampur didalam gabah. Setelah melalui mesin ini akan terjadi penyusutan berat yang besarnya sangat bergantung pada jumlah kotorannya.

Fungsi mesin pecah kulit : untuk mengupas kulit gabah. Pada mesin pecah kulit yang berkualitas baik, rasio pengupasan ditentukan antara 85 – 90% gabah sudah terkupas dan 10 – 15% gabah belum terkupas.

Fungsi separator : untuk memisahkan gabah yang bercampur dengan beras pecah kulit. Dengan adanya separator maka daya tahan komponen utama pada mesin pemutih menjadi awat karena proses pengupasan kulit ari selama didalam ruang pemutihan, murni hanya berdasarkan pergesekan beras pecah kulit.

Fungsi mesin pemecah batu : untuk memisahkan batu yang bercampur dengan beras pecah kulit.

Fungsi mesin pemutih batu : sebagai pra-poles atau untuk mengawali proses pengelupasan lapisan kulit ari yang menutup biji beras dari system pemutihan yang lebih dari satu pass.

Fungsi mesin pemutih besi : sebagai pemutih akhir dari rangkaian proses pemutihan beras dua atau tiga kali proses.

Fungsi mesin pengkilap : untuk mencuci permukaan biji beras, dimana umumnya masih terdapat katul yang menempel.

Fungsi mesin pemisah menir : untuk memisahkan kandungan menir yang bercampur didalam beras kepala maupun beras patah.

Fungsi mesin pemisah antara kepala dan beras patah : berfungsi untuk memisahkan beras kepala dari campuran beras patah.

Soal :
1. Berat GKG = 1000 kg, terdapat kotoran sebesar 10%. setelah digiling menghasilkan beras sebanyak 585 kg. berapa persen rendemen giling ……?
Jawab :
Rendemen (%) =

=
= 65%
Atau

Berat BG = 585 kg
Berat GKG = 1000 kg
Berat kotoran = 10% = 0,1 x 1000 kg = 100 kg
Berat GKG bersih = 1000 kg – 100 kg = 900 kg
Rendemen (%) =


2. Berat gabah kering giling (GKG) = 1000 kg mengandung kotoran sebesar 10% dan gabah hampa sebesar 5%. Setelah digiling dihasilkan beras sebanyak 560 kg. berapa besarnya rendemen giling…..?
Diketahui : Berat BG = 560 kg
Berat GKG = 1000 kg
Kotoran = 10% = 0,1 x 1000 kg = 100 kg
Gabah Hampa = 5% = 0,05 x 1000 kg = 50 kg
= 150 kg
Berat GKG = 1000 kg – 150 kg = 850 kg
Ditanya : Rendemen ……?
Jawab :
Rendemen (%) =

3. Diketahui : berat GKP = 1000 kg
Kadar air awal = 25%
Dikeringkan menjadi 14%
Ditanya : Berapa berat gabah kering ?
Berapa % air yang diuapkan ?
Berapa berat air didalam gabah kering ?
Jawab :
Sebelum pengeringan
- berat air dalam gabah basah
Berat air mula-mula = 25% x 1000 kg = 240 kg
Berat padatan (P) = 1000 kg – 240 kg =760 kg

Setelah pengeringan
0,14 = 0,14 ( A2 + P) = A2
0,14 A2 + 0,14 x 760 = A2
0,14 A2 + 106,4 = A2
106,4 = A2 – 0,14 = A2
106,4 = 0,86 A2
A2 = 106,4 / 0,86 = 123,7
A2 = berat air didalam gabah kering

Berat gabah kering
A2 + P = 123,7 + 760 = 883,7 kg

Berat air yang diuapkan
A1-A2 = 240 – 123,7 = 116,3 kg atau

Rumus rangking
GKG =
DIK = K.A 1 = 25%
K.A 2 = 14%
GKP = 200 kg
Jawab :
GKG =
=
= 174,41 g

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar