Minggu, 19 Desember 2010

PROSES PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN BENIH PADI DI INTEGRATED RICE SEED PROSSESING PLANT (IRSPP) PT.SANG HYANG SERI (PERSERO) SUKAMANDI


Gambar Diagram Alir Proses Pengolahan Benih Padi Di IRSPP

1. Penerimaan GKP
Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada saat penerimaan GKP yaitu permeriksaan dokumen, penimbangan Gabah Kering Panen (GKP) dan pengambilan sampel oleh petugas bagian Pembinaan Mutu Benih (PMB). Pemeriksaan dokumen yang dilakukan berupa Surat Pengantar Hasil Panen (SPHP) disertai surat sortasi dari tim panen, diantaranya adalah nomor induk lapangan, musim tanam, nama petani penggarap, blok sertifikasil, luas tanam, luas panen, tanggal panen, varietas, kelas benih, tonase dan lain-lain.
Hal yang selanjutnya dilakukan adalah penimbangan hasil panen. Penimbangan dilakukan seorang petugas pengolahan benih menggunakan timbangan manual berkapasitas 500 kg s/d 1.050 kg yang sebelumnya telah dikalibrasi oleh badan metreologi. Apabila hasil panen banyak dan dilakukan pengangkutan menggunakan truk, maka digunakan timbangan automatis, tetapi timbangan ini jarang digunakan.
Ketika dilakukan penimbangan, petugas PMB melakukan pengembalian sampel GKP untuk kebutuhan pengujian pendahuluan. Adapun jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 1 Kg per SPHP. Sampel tersebut kemudian dibawa ke labolatorium untuk dianalisis lebih lanjut.

2. Proses Pengeringan
Setelah penimbangan, gabah dicurahkan melalui intake feed. Intake feed ini merupakan bak pencurahan gabah sebagai awal proses pengeringan yang mempunyai plat yang bergetar sebagai pengaman bagian atas. Sebelum dicurahkan GKP, seluruh mesin pabrik sudah harus aktif sehingga tidak menghambat proses selanjutnya.
Setelah itu, gabah diangkut elevator yang merupakan alat pengangkut gabah dari satu alat ke alat lainnya. Elevator dengan posisi berdiri tegak lurus (vertikal) dilengkapi dengan belt elevator yaitu mangkok yang terpasang ke belt dengan diikat oleh mut baut.
Sebelum dikeringkan gabah dimasukkan kedalam mesin pre cleaner. Alat ini merupakan alat untuk memisahkan antara padi dengan kotoran debu, batang padi, daun padi, beserta gulma atau tanaman non padi. Kotoran debu dihisap melalui pipa oleh siclone dengan menggunakan kipas penghisap, sedangkan sisanya berupa kotoran batang padi, daun padi dan sekam akan turun ke tempat pembuangan sampah.
Setelah itu gabah dimasukkan ke dalam timbangan otomatis untuk ditimbang lebih lanjut dengan pengaturan 200 kg persekali timbangan secara berkesinambungan. Setelah ditimbang, gabah diangkut oleh elevator untuk dimasukkan ke dalam dryer. Dryer merupakan suatu ruangan sebagai tempat pengeringan untuk menurunkan kadar air. Gabah akan turun ke dalam dryer dikarenakan adanya gravitasi, lalu gabah akan dihembus oleh udara panas yang dihasilkan oleh burner dan blower sehingga terjadi penurunan kadar air. Suhu maksimum pada pengeringan benih adalah 420C, namun kenaikan suhu diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan benih tersebut drop. Gabah yang telah dikeringkan akan dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan sementara yang disebut hopper. Apabila gabah didalam hopper belum mencapai kadar air yang diinginkan yaitu 12% maka akan di bawa kembali ke dryer.

3. Penyimpanan
Setelah proses pengeringan selesai, gabah tersebut dibawa menggunakan conveyor menuju tempat penyimpanan yaitu silo. Di Pabrik IRSPP memiliki 8 silo yang dapat digunakan untuk penyimpanan gabah sebelum adanya pesanan dari pihak pemasaran. Silo tersebut memiliki kipas pengatur sirkulasi udara sehingga calon benih yang berada di dalamnya dapat disimpan dengan baik.

4. Pembersihan
Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pembersihan gabah dengan menggunakan air screen cleaner. Gabah dapat diangkut melalui silo ataupun langsung dari penyimpanan sementara setelah pengeringan menggunakan conveyor menuju alat pembersihan. Benih bersih yang dihasilkan akan melalui tahapan selanjutnya sedangkan kotoran baik berupa gabah hampa, batu, dan lain-lain akan terbuang ke tempat sampah.

5. Penyimpanan dalam lot
Setelah benih tersebut bersih, maka benih akan dibawa ke dalam lot-lot benih yang telah disediakan dengan kapasitas 20 ton. Penyimpanan sementara ini berguana untuk pengambilan sampel yang akan dibawa ke Labolatorium untuk dilakukan analisis kelayakan benih. Benih yang telah lulus akan melalui tahapan selanjutnya sedangkan benih yang tidak lulus akan dianalisis lebih lanjut dan apabila memang tidak memungkinkan untuk diperbaiki maka gabah tersebut dialih fungsikan menjadi gabah konsumsi.

6. Pengujian benih
Pengujian benih dilakukan untuk memberikan label kepada benih sehingga benih tersebut mempunyai sertifikat. Beberapa hal yang dilakukan dalam pengujian benih ini yaitu : Pengujian kadar air, kadar kotoran benih, dan daya tumbuh benih. Setelah pengujian selesai, maka benih tersebut telah lulus bersertifikat.

7. Pengemasan
Tahapan terakhir dalam proses ini adalan pengemasan. Penemasan yang dilakukan menggunakan mesin otomatis yang langsung menjadi benih kantong. Isi perkantongnya adalah 5 Kg.

1 komentar: